Social Icons

Pages

Kamis, September 27, 2012

Untuk Empat Tahun Ini

Tulisan sederhana ini aku dedikasikan untuk teman-teman kelasku, untuk dosen-dosen hebat yang memantik bara semangatku, untuk semua yang aku kenali sepanjang empat tahun di  sini. Aku tahu, tulisan panjang dan tidak penting ini akan terasa membosankan. Terlebih aku juga tau kalian manusia paling malas membaca yang pernah aku kenali, kawan-kawan. Tapi, ijinkan…ijinkan kali ini aku merangkum memori empat tahunku untuk kalian. Sebelum Desember tiba dan segala tentang kita perlahan mengusang.

Untuk dosen-dosen kerenku, avant garde ilmu pengetahuan…
Sosok-sosok hebat yang berdiri di depan kelas setiap hari. Membuatku takjub akan keajaiban ilmu pengetahuan. Tak hanya ajari tentang cara cakap berbirokrasi, tapi juga tentang hidup. Tentang kehidupan. Dibuatnyalah aku seperti Lintang, seperti Enong, yang terkagum-kagum mencerna dunia yang dirangkum dan diekstraksikan dalam kaplet bernama teori, kutenggak dengan sukacita. Energi yang mereka limpahkan menyerbu, menulari serupa sistem getok tular dalam bisnis multi jaringan. Hari ke hari semangatku mengalami apa yang sepertinya Ikal sebut dengan ekstrapolarsi kurva yang menanjak. Sosok-sosok bersahaja dengan pemikiran mencengangkan. Mereka dosen-dosen kita yang hebat, kawan... betapa mulia mereka. Aku percaya Tuhan akan mencintai  mereka, para penerang jalan, garda depan ilmu pengetahuan.. (Terimakasih untuk pengetahuan tanpa batas, untuk kesempatan mengenali dunia, untuk segala kehebatan kalian..)

Untuk kawan-kawanku :
Sudah masuk penghujung September, sebentar lagi Oktober….dan……. Desember pun tiba tanpa terduga. Hanya dalam hitungan bulan semua hari-hari kita selama empat tahun akan mencapai garis akhir. Rasanya empat tahun berlalu begitu cepat. Itu artinya kita sama-sama bahagia hingga lupa bahwa sang waktu kini sudah menggunakan mesin elevator, melesat begitu cepat menghantar kita untuk segera tiba di ujung sana, sedangkan kita masih betah menapaki anak tangga kebersamaan dengan tangan bergandengan, enggan melepaskan. Tak pernah kita pikirkan ujung perjalanan ini, tak usah kita pikirkan ujung perjalanan ini…


Empat tahun kita adalah salah satu bagian terbaik dan terindah dalam hidupku. Teman-teman, sungguh, aku bahagia dengan kalian. Dengan semua yang ada pada kalian. Walau kadang kalian menyebalkan, walau kadang menyakitkan, walau kadang merepotkan tapi dengan kalian hari-hariku indah sekali. Begitu juga dengan semua yang ada padaku. Kadang aku menyebalkan, kadang aku menyakitkan, kadang aku merepotkan… Ku pernah jadi yang terbaik, tapi terkadang aku neraka bagimu. Tapi bukankah semua itu kini menjadi satu paket kebersamaan yang manis tiada tara? Kita saling bersubtitusi, berkomplementer.

Untukku engkau ada, denganmu aku bertahta
Lengkapi aku selalu oh sahabat…
Lalui indahnya dunia, silih berganti rasakan semua yang ada
Bertahanlah.. tetaplah denganku, ku perlu itu semua
Rasa itu memanggilku, sesuatu yang dulu kurindu..tuk kembali dan ulangi semua denganmu
Dan aku yakin kau di sana..(Sahabat-Viky Sianipar)

Kelak pada suatu senja yang sepi, ketika kenangan berhamburan tanpa tercegah, kita akan tertawa-tawa mengenangnya, lalu air mata mengalir haru.  Kita berbincang tentang memori di masa itu… peluk tubuhku, usapkan juga air mataku, kita terharu..

Empat tahun terlewati dengan beratus ribu adegan. Kita pernah terbahak bersama. Pernah mengharu biru bersama. Pernah bodoh bersama. Pernah marah bersama. Pernah jelajahi banyak sudut kota bersama. Kebersamaan yang menakjubkan. Lihat bagaimana impuls perasaan kita saling berlompatan kala mengenang semua ini. Seperti ingin meledak rasanya. Tapi kini hanya dalam hitungan bulan semua akan berakhir…..siapkah kalian?

Bersenang-senanglah karna hari ini yang akan kita rindukan di hari nanti
Sebuah kisah klasik untuk masa depan…

Aku belum mau semua ini berakhir…. Aku belum siap kehilangan hari-hariku dengan kalian. Di ruangan kelas. Di kost salah satu kawan kita. Di setiap tempat yang pernah kita sambangi bersama. Di seluruh sudut kampus kecil kita yang sepi. Di tempat makan yang kita pilih karna harganya bersahabat. Dan seringkali kita jadi berhemat karna satu atau dua kawan kita telah menanggung angka dalam struknya.  Demi bermain bersama kita duakan segalanya, merdeka kita…kita merdeka….

Aku belum siap untuk tidak bertemu kalian lagi…. Karna setelah toga disematkan maka rutinitas empat tahun kita akan segera menguap. Mungkin kelak akan lupa bertanya kabar. Mungkin kelak akan merasa canggung untuk sekedar menyapa. Tak akan ada lagi tawa.  Semua akan berakhir….. tergantikan fase-fase yang entah seperti apa rupanya.
Lalu beberapa tahun kemudian semua tawa benar-benar menjadi penggalan masa lalu.
Aku sungguh belum siap…..

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian..

Aku tahu Tuhan yang Maha Baik tersenyum melihat kita sedemikian eratnya. Kita mungkin pernah salah, pernah saling benci, pernah saling caci. Kita tak pernah benar-benar putih. Tapi lebih dari itu kita juga selalu sediakan ruang teramat besar untuk memaafkan keganjilan dan mengasihi dengan tulus. Dan Tuhan mencintai manusia yang saling mengasihi.  Tuhan mencintai kita, aku tau itu dari berjuta keindahan yang Tuhan beri lewat kalian.

Untuk petugas akademik, untuk Bu Em, Mang Ibeng, Pa Asum…
Nama-nama bersahaja. Sosok-sosok bersahaja. Tapi lekat mereka dengan hari-hari kita. Istimewa kedudukannya dalam kenangan kita akan semesta kecil ini… aku akan merindukan kalian, seperti halnya rinduku pada ruang-ruang kelas, sudut musala, anak-anak tangga yang kerap menjadi latar dalam foto bersama.. setiap kutinggalkan kampus kecil ini di ujung senja, aku disergap keharuan, ditelikung sendu…

Jika boleh kusarankan, luangkan sejenak saja waktu kalian dan dengarkan lagu berjudul Detik dan Waktu dari Angsa dan Srigala, band indie folk dari kota kembang sana. Dengarkan, dan…menangislah. Tersedulah. Seperti aku yang tak mampu menghentikan isak setiap kali mendengar lagu ini dan mengingat kalian. Terimakasih untuk kebersamaan ini.  Kalian indah.

Biar saja hari ini penuh tawa dan candaan
Ku takkan pergi tinggalkan…
Bertahun lama bersama, habiskan waktu mengenal
Suka dukamu, hei kawan…
 Aku bertahan, berkat ketulusan peran…
Aku berjalan, berkat pengorbanan..
Bilamana akhir datang ku masih bisa tersenyum
Akan ku kenang semua nama yang ada di hidupku….

Biar saja hari ini penuh tawa dan candaan ku takkan pergi tinggalkan..
*Detik dan Waktu- Angsa dan Srigala

Garut, satu sore yang terlampau sendu. Masih pengen kuliah, masih pengen ngetrip bareng. Aku rindu kalian. 






11 komentar:

  1. akhirnya update posting lagi.. kemana aja teh? :D

    BalasHapus
  2. hmm...akhirnya wisuda juga kamu nya,kongret ya
    trus,kapan donk acara slamatannya undang saya khan lumayan bnyk maknan [gratis] dan bergizi [perbaikan] heehee..........
    Saran saya, buat biography Book kamu nya..bagus nih kata dan kalimat yg tersusun,lumayan lah nambah2 kesibukan kan ntar lagi kamu mo jadi 'pengangguran [ga mahasiswa lagi] ato bisa2 kamu jd penulis terkenal kaya' si Radith 'kambing jantan'
    skali lagi,selamat !!

    BalasHapus
  3. wahhh.... selamat ya... :) jadi mahasiswa memang enak banget, kalau masih jadi mahasiswa pengen cepat selesai, tpi kalau sudah selesai seperti masih ingin jadi mahasiswa lagi :)

    BalasHapus
  4. sabar teh di setiap pertemuan pasti ada perpisahan,namun bukan berarti untuk selamanya ya teh.sedih eung,hik...hik...hik...

    BalasHapus
  5. masa-masa terindah dalam kehidupan, sebentar lagi masuk dunia yang baru, nikah, berkeluarga, bekerja dan seterusnya...akan ketemu dunia yang lain dari yang sekarang dijalani...nikmati dan sukuri.
    salam sehat selalu

    BalasHapus
  6. @cepy : hihi, saya kemaren kena virus males ngeblog...huhu...

    @tik tok : hehehe, ndak mas...saya belum wisuda, sekarang lagi garap bab 4.. agak mundur sebulan dari target saya, huhu...
    bikin autobiografi? saya emang ada rencana ke sana, tapi nunggu timing yang bener2 pas..hehe, btw makasih sarannya mas... :)

    @musdhiqah : thanks dah mampir mbak...haha bener, udah mau lulus malah pengen kuliah..tapi pas kuliah kadang pengen cepet kerja...hihi


    BalasHapus
  7. @kampungku : tapi perpisahan kali ini sungguh berat terasaaa...hiks...

    @desa : dan harapan saya, semoga dunia baru pun akan selalu indah seperti saat ini... :)

    @yusup : hiks.. tisu mana tisu... T_T

    BalasHapus
  8. kok saya ikut sedih ya..hehehe

    ada lirik lagu yang saya suka dari angsa dan serigala, sheila on 7 ada di tulisan ini..hehe

    BalasHapus
  9. wahh.. selamat ya teh.. muga saja ga jadi sarjana muda yang resah mencari kerja..
    hehhehehhe :) :D

    BalasHapus

Hei sobat, komenin postingannya dunk... Tapi pleaaseee jangan ninggalin link hidup di sini yaa, makasih ^^