Social Icons

Pages

Jumat, Desember 13, 2013

Pengalaman Pertama Berbekam



Minggu 8 Desember 2013 kemarin saya mencoba berbekam untuk pertama kalinya.  

A: “Bekam itu bukannya pemaen bola ya?”
B: “Itu Beckham” (lempar bakiak). Okeh abaikan dialog absurd ini, mari lanjutkan.

Bekam adalah metode pengobatan Nabi SAW dengan cara detoksifikasi yaitu metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor dan darah beku (statis) yang ada dipermukaan kulit, disebabkan adanya penumpukan toksid ( racun) didalam tubuh yang berasal dari makanan dan minuman instan berbahan kimia seperti pewarna,pengawet, perasa/MSG buatan, zat pengembang, polusi udara dan obat-obatan berbahan kimia yang tidak dapat diurai oleh system pencernaan tubuh dan tidak dapat dikeluarkan melalui system pembuangan kotoran BAB [1]
Istilah “bekam” diambil dari bahasa Melayu yang berarti “ pelepasan darah kotor”, dan dalam bahasa Arab disebut “Al-Hijamah” atau dalam bahasa inggris disebut “cupping”, sementara di Indonesia dikenal dengan istilah “kop” atau “cantuk”.[2]

contoh orang berbekam. pic dari sini
 
Tujuan bekam antara lain: merupakan suatu pengamalan sunnah Nabi, penyembuhan penyakit, pencegahan penyakit, memulihkan dan meningkatkan system imuniti tubuh, membangkitkan saraf-saraf yang tidak aktif atau lemah, mengeluarkan racun dalam darah. [3]


Rasulullah SAW bersabda:

"Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan pai (kay). Sesungguhnya aku melarang umatku (berobat) dengan kay" (HR. Bukhari)

Dari penjelasan di atas jelas bahwa bekam merupakan metode pengobatan yang dicontohkan dan dianjurkan Baginda Rasulullah SAW. Tapi sayangnya bekam sendiri  kurang populer bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Banyak yang tidak tahu bekam itu apa dan khasiatnya apa saja. 

Alhamdulilah saat ini klinik bekam mulai bermunculan, termasuk di Garut. Salah satu klinik bekam yang ada di Garut adalah RBN (Rumah Bekam Nabi), tempat saya berbekam hari minggu kemarin. RBN beralamat di Jalan Pahlawan No.11 RT 04/04 Tarogong Kidul, Garut. Buka setiap hari, pukul 09.00-17.00 WIB.  Di klinik ini alur terapinya lengkap, mulai dari pendataan keluhan pasien, iridologi mata untuk cek organ dan peredaran darah, pemeriksaan tekanan darah, rileksasi otot dan adaptasi kulit dengan sebat rotan ringan, pembekaman dengan prioritas titik bekam Nabi, tetes mata herbal dari ramuan madu dan mineral alami serta pemberian air zam-zam setelah bekam. Enak kan, habis bekam dikasih air zam zam dan gurah mata juga. Alat-alat bekamnya juga dijamin steril, jarumnya masih baru dan hanya sekali pakai. Dan untuk semua pelayanan yang saya sebut di atas, biayanya sangat terjangkau. Jadi buat yang belum pernah nyobain bekam karna takut mahal, ga usah khawatir... insyaallah terjangkau. 

Nah terus gimana pengalaman pertama saya berbekam?

Awalnya saya sempet ragu mau bekam, takut sama jarum suntik soalnya, hehe... Takut ngeliat darah juga. Ngilu aja liat darah disedot gitu.  Tapi  saya bener-bener pengen ngerasain bekam karna berbagai hal, pertama karna bekam adalah anjuran Baginda Rasul. Kedua,  saya sangat tertarik dengan metode pengobatan Thibbun Nabawi ,  dan ketiga, penyakit di tubuh saya agak banyak jadi memerlukan metode pengobatan yang sekali merengkuh dua tiga pulau terlampaui (aihh bahasanya, kakaak..). Atas alasan itulah maka bismilah... saya kuatin mental. Dan begitu dicoba.... ga berasa sakit sama sekali. Serius, ga sakit sama sekali. Jadi bagi anda yang takut sama jarum atau takut ngerasain sakit, bekam sama sekali ga bikin sakit. Dan sekali lagi, yang dikeluarin itu darah kotor loh yaa, jadi ga perlu khawatir darahnya akan berkurang trus bikin anemia dan lain sebagainya. Ibarat menstruasi pada perempuan, maka darah yang keluar saat bekam juga pure darah kotor yang tidak dibutuhkan tubuh. Ngapain coba ngendapin darah kotor dalem tubuh? Bikin tampan juga ngga *halah*.

Hasil darah kotor saya ngga terlalu banyak, sedangkan darah kotor ibu saya jauh lebih kental, mungkin karna penyakitnya lebih berat. Ini foto darah bekam ibu saya:

 
gumpalan darah kotor dari satu titik bekam

Setelah selesai bekam rasanya ringan, fresh... Bukan karna sugesti tapi memang badan berasa enak. Suka deh sama bekam ^_^... Yepp, apapun yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW pasti sesuatu yang baik dan benar toh? Saya harap bekam bisa lebih dikenal dan diminati masyarakat. Selain itu saya juga berharap informasi di internet mengenai bekam bisa tersedia secara akurat dan memadai, agar masyarakat bisa lebih mengenal bekam (beberapa artikel yang saya baca di internet tidak menyebutkan rujukan/daftar pustaka sehingga ada kekhwatiran informasi tsb.dianggap kurang valid) 

Oh iya, bekam itu bisa dilakukan rutin (asal jangan terlalu dekat jarak waktunya), Nabi bahkan menganjurkan berbekam minimal sebulan sekali. Dan sekali lagi, rajin berbekam ga akan bikin anda jadi kekurangan darah, karna darah yang keluar sudah tidak diperlukan oleh tubuh. 




Bekam juga sebaiknya dilakukan pada pertengahan bulan Hijriah. Perintah nabi untuk berbekam pada pertengahan bulan disebabkan oleh karena pada saat itu darah sedang bergejolak dan darah tambah banyak akibat dari gaya gravitasi bulan terhadap bumi saat bulan purnama. Jika di awal bulan darah belum bergejolak sedangkan di akhir bulan darah sudah mulai berkurang [4]. Diriwayatkan oleh Abu Hurairoh R.A, Nabi SAW bersabda:
“Barangsiapa berbekam pada 17, 19 dan 21 bulan Hijriah, maka hari itu adalah hari-hari yang menyembuhkan penyakit"

Meskipun bekam itu mudah dan katanya bisa dilakukan sendiri, menurut saya sih sebaiknya ke klinik dan dilakukan oleh terapis yang memang sudah profesional.  Karena terapis jauh lebih memahami kondisi tubuh kita, titik mana yang paling tepat, juga sterilisasi alat bekam lebih terjamin. Sebaiknya hindari berbekam di tempat sembarangan karena khawatir jarum yang digunakan adalah jarum bekas dan mengandung resiko penularan penyakit. 

Sampai saat ini masih ada orang yang beranggapan jika bekam adalah metode pengobatan tradisional yang kuno dan  kurang meyakinkan. Padahal bekam sudah terbukti secara ilmiah. DR. Ali Muhammad Muthowi (Dekan pertama Fakultas Kedokteran Al-Azhar Mesir) seorang ahli radiologi dan tumor, beliau berkata “Bekam merupakan pengobatan yang popular dan banyak digunakan di Mesir hingga akhir-akhir ini. Ia memiliki landasan ilmiah yang cukup dikenal, yaitu bahwa organ-organ dalam tubuh berhubungan dengan bagian-bagian tertentu pada kulit manusia di titik masuk syaraf di syaraf tulang belakang  yang mensuplai makanan untuk organ-organ tersebut. Dengan mengenal peta pembagian syaraf pada kulit pada organ-organ internal, maka bias diketahui bagian-bagian kulit yang bisa dibekam untuk memperoleh pengaruh medis yang diharapkan”.[5]

Thomas W. Anderson telah menulis sebuah buku berjudul 100 Diseases Treated by Cupping Methode. Beberapa diantara penyakit yang berespon cukup baik dengan Terapi bekam adalah Hipertensi, hiperuricemia (Gout/Pirai), hiperkolesterolemia, stroke, parkinson, epilepsy, migrain, vertigo, gagal ginjal, varises, wasir (hemoroid), dan semua keluhan sakit (rematik, ischialgia/sciatica, nyeri pinggang bawah), penyakit darah (leukemia, thalasemia), tinnitus, asma, alergi, penyakit sistim imun (SLE, HIV), infeksi (Hepatitis, elefantiasis), Glaukoma, Insomnia, enuresis/mengompol, mania, skizofren dan trans (gangguan sihir/jin), dll. Begitu juga bekam untuk kesuburan (fertilitas) dan kecantikan (menghilangkan jerawat, komedo, vitiligo, menurunkan berat badan, dll).[6]

Menurut Ahli Pengobatan tradisional, dr Ria Anindita, Bekam pada titik sunah dapat menyembuhkan penyakit (dibuktikan dengan radio aktif teknesium perteknetat).. Diambil dari 300 penelitian yang dilakukan di Turki, Syiria,Jerman yang dilakukan oleh dokter muslim, menurut dr Ria anindita pada kasus darah tinggi, bekam membuat tekanan kembali menjadi normal, perbaikan irama jantung pada alat rekam jantung, penurunan kadar gula darah pada kasus kencing manis, dan peningkatan sel darah putih pada kasus infeksi paru, Penurunan asam urat.[7]



Sebelum berbekam, sebaiknya perhatikan juga hal-hal penting sebelum dan sesudah bekam. Orang yang ditunda pembekamannya adalah : Wanita hamil (pada daerah perut dan punggung bawah), wanita menstruasi dan nifas, orang yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah, sedang cuci darah, baru melakukan donor darah, penderita dengan kondisi yang sangat lemah dan tekanan darah sangat rendah, serta orang yang sedang kelaparan/kenyang/gugup (fobia).[8]



Selain hal di atas, yang harus diperhatikan sebelum dan sesudah bekam antara lain sebagai berikut: 

1.  Hindari berbekam ketika kondisi fisik sangat lemah, sedang mengalami kelelahan berat dan yang memiliki tekanan darah < 80mmHg. Hal ini bisa menyebabkan resiko pasien syok/pingsan.
2. Sebaiknya bekam tidak dilakukan oleh pasien yang sudah jompo dan lemah fisiknya serta anak-anak yang tubuhnya lemah/ di bawah 3 tahun
3.  Jangan berbekam ketika anda dalam kondisi perut kekenyangan, kehausan, kelaparan, kelelahan, setelah beraktivitas berat, tubuh lemah dan tubuh demam (kedinginan). 
4.  Jangan melakukan bekam langsung setelah makan besar (bekam dapat dilakukan minimal dua jam setelah makan). Setelah bekam juga jangan langsung makan, melainkan hanya minum yang manis-manis semisal madu atau selainnya.
5. Jangan berbekam langsung setelah mandi, terutama apabila mandi dengan air dingin (sebaiknya mandi dengan menggunakan air hangat sebelum bekam). Setelah itu tidak dianjurkan langsung mandi setelah bekam, melainkan setelah 3 jam. Dianjurkan mandi dengan air hangat. (dari berbagai sumber)
Subhanallah, ternyata metode pengobatan yang terlihat sederhana itu memiliki manfaat yang besar. Maka dari itu, mari berbekam, tapi sekali lagi pastikan bahwa bekam dilakukan oleh terapis yang profesional, prosedurnya tepat, sterilisasi alat terjamin, serta memperhatikan hal-hal penting sebelum dan sesudah bekam.

[1] http://rahasiabekam.blogspot.com/
[2] idem
[3] idem
[4] http://uwoholistik.wordpress.com/mengapa-harus-berbekam/
[5] http://www.aimherbal.com/blog/bekam-dipandang-dari-sisi-medis-oleh-dr-ambar-waluyo/
[6] http://sumsel.tribunnews.com/2013/02/27/bekam-pengobatan-paling-tua-dalam-sejarah
[7] idem
[8] Idem

29 komentar:

  1. Kira 2 sakit nggak mbak..waktu itu saya pernah dengar kabar katanya sakit dan malah langsung dibawa ke RS jadi kalau dengar kata di catuk saya ngeri

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngga ko mbak, sama sekali ga berasa sakit. kalo ada yang ngerasa sakit mungkin ada kesalahan teknis, tapi kalo prosedurnya tepat dan terapisnya sudah profesional insyaallah ngga sakit :)

      Hapus
    2. mbak jenx apapun pekerjaannya serahkan saja pada ahlinya dijamin lancar deh

      Hapus
  2. saya dikirimi foto kakak saya sehabis dibekam; punggungnya jadi kayak dimotifi polkadot. geli-geli gimanaa gitu :D
    saya masih ragu nih, agak trauma sama jarum soalnya haha. apakah bekam bisa juga menurunkan berat badan? #ngimpi :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sih emang geli liat hasilnya... kaya apaaa gitu.. baruleud, hahaha.. tapi badan jadi ringan.. nah saya juga parno sama jarum tapi kemaren ga berasa sakit ko, konon menurut sejumlah sumber, buat nurunin berat badan juga bisa.. :)

      Hapus
  3. kalau donor darah sama gak yah dengan bekam.. hehe. belum pernah bekam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo donor darah, darahnya darah bersih... kalo bekam kan ngeluarin darah kotor.. tapi keduanya sama2 bermanfaat sepanjang niatnya juga baik :)

      Hapus
  4. nah itu dia teh.. sfa takut gitu kalo ngeliat darah. boro2 bekaman, sakit aja ga mau diperiksa ke dokter. pokoknya yang bau2nya pengobatan gitu, apapun jenisnya, sfa mah gag mau. aneh ya. hohoho
    mungkin suatu hari nanti sfa dapet keberanian buat bekam juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, sama neng geulis... awalnya ngeri juga bayangin jarum sama darah, tapi ternyata begitu nyoba bekam...ga terasa sakit ko. terus pas liat darahnya juga ga takut karna itu kan darah kotor :)

      Hapus
  5. pas puasa taun kemaren mau dibekam tp ga jadi..hheheh..
    kayanya hasiatnya sama kaya donor darah tapi mungkin ini fokus ke darah kotornya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya keduanya sama-sama bermanfaat, kalo bekam memang cuma dirasain diri sendiri, sedangkan donor darah bisa bermanfaat buat orang lain juga :)

      Hapus
  6. serem aku... (emang penakut aja padahal, hehehe).

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, bekam ga semengerikan yang dibayangin ko mbak, pas dah nyoba rasanya biasa aja.. ringan, fresh jadinya :)

      Hapus
  7. jadi pengen bekam, tapi takut salah pilih oran yg bekamnya, dia msh amatiran atau tidak hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebaiknya lakukan bekam di klinik bekam, supaya lebih terjamin sterilisasi alatnya serta terapisnya juga lebih profesional :)

      Hapus
  8. jadi pengen berbekam sayahnya.... nanti deh di pertengahan bulan kalau di akhir bulan selain gak dianjurkan nabi, kantong saya kering juga hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nabi memang cerdas ya Mang, nganjurinnya bukan di akhir bulan...hihihi... :)

      Hapus
  9. bisa sampai menggumpal gitu darahnya
    ini pengobatan sunah nabi, pasti memang sangat bermanfaat

    belom pernah coba, jadi pnasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, darah segitu belum seberapa loh mas.. semakin parah tingkat penyakit maka darah yang keluar juga makin banyak dan kental... :)

      Hapus
  10. Balasan
    1. Alhamdulilah...semoga terus diberikan kesehatan ya mas :)

      Hapus
  11. baru tau ane kalo darah kotornya dapat menggumpal...
    patut dicoba nih untuk kesehatan tubuh....
    tx infonya gan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sippp... memang sangat dianjurkan untuk dicoba :)

      Hapus
  12. Kalau di tempat kami, baru ada tehnik pengobatan mengeluarkan darah dari pori²,baru 2bulan. Pengalaman yg sudah mengalaminya merasa lebih segar dan sehat. Rupanya bekam dapat meningkatkan sistim imunitas tubuh.
    Sayangnya wanita hamil tidak bisa yah.

    BalasHapus

Hei sobat, komenin postingannya dunk... Tapi pleaaseee jangan ninggalin link hidup di sini yaa, makasih ^^