Sejak menulis Gandrung Musik Folk
tahun 2013 silam, ternyata cukup banyak yang merespon tulisan sederhana tersebut.
Terima kasih banyak untuk responnya ya, senang sekali rasanya. Semoga tulisan tersebut
bisa menjadi salah satu referensi mencari musisi folk Indonesia. Saya juga
berterimakasih untuk tambahan referensi yang diberikan di kolom komentar. Sekalian
saya juga meminta maaf karena sejumlah komentar baru saya balas bulan ini,
padahal ada yang komen sejak setahun lalu. Hehe, tolong maafkan Maudi Ayunda ya, Maudi jarang ngeblog sekarang.. *plaaak*
#ditabokMaudiasliyangtidakterimadimiripin
#ditabokMaudiasliyangtidakterimadimiripin
Seiring berjalannya waktu, kecintaan
saya pada musik folk semakin bertambah. Dua tahun setelah tulisan gandrung folk
itu saya terus mencari referensi musisi lainnya. Dan kali ini saya ingin
kembali menulis sejumlah musisi folk yang rasanya sayang jika tidak saya
ceritakan kepada khalayak ramai (((khalayak ramai))).
1. Cozy Street Corner
Saya mengenal Cozy Street Corner saat menjelajah
Soundcloud. Saya tidak ingat kenapa bisa tiba di akun mereka di penghujung 2013 lalu, tapi sejak saat itu sudah beberapa kali
saya menulis kekaguman pada Cozy Street di akun sosial media saya.
Cozy Street Corner terdiri dari Bobby
Priambodo (gitar, banjo, backing vokal), Chris Takarbessy (lead vokal, gitar),
dan Petrus Briyanto Adi (perkusi, bass, backing vokal). Mereka sudah terbentuk
sejak 1996 loh. Saya rasa mereka termasuk pionir grup musik folk Indonesia era 90
an.
Cozy Street ini kental dengan nuansa
etnik. Kalo kata saya, inilah grup dengan cita rasa folk asli Indonesia. Atmosfir
yang ditawarkan Cozy Street terasa menenangkan sekaligus hangat. Lagu pertama yang membuat saya jatuh hati
adalah Jelang Benam Matahari, sebuah lagu yang sangat manis untuk dinikmati
ketika senja tiba.
Lagu mereka banyak
bercerita tentang alam. Cemara Lilin, Delman, Penuh Dengan Cinta, Dendang
Bersahutan, Siul Daun, Teh, Sampan, Two Blocks Away adalah sejumlah lagu mereka yang
sangat saya gandrungi.
Saking cintanya saya dengan Cozy
Street, sayapun berusaha mendapatkan album mereka. Awalnya saya pesimis mengingat
album mereka dirilis bertahun-tahun lalu. Album pertama tahun 1999 (repackage
tahun 2005), album kedua (Nirmana) tahun 2003, album ketiga (From The Corner) tahun
2006. Tapi alhamdulilah, Mei 2014 akhirnya saya berhasil mendapatkan CD pertama
dan kedua setelah mengirim DM di akun twiter mereka. Bahkan saya mendapat bonus
CD Yo Mari Berdendang, album yang dibuat sejumlah musisi dewasa sebagai bentuk
kepedulian terhadap musik anak. Materi lagu di album ini mengajarkan nilai-nilai yang
sesuai dengan perkembangan anak. Ini project yang keren. Kalian para orangtua harus
beli CD ini kalo ga pengen anak-anak kalian tersesat arah : jadi pendengar lagu dewasa di usia belia.
![]() |
Album Cozy Street Corner dan Album Yo Mari Berdendang |
CD Cozy Street Corner ini menjadi
koleksi yang berkesan karena untuk mendapatkannya tidak semudah album musisi
lain. Dan saya sangat bahagia bisa mengenal karya-karya Cozy Street Corner.
Sila klik Link soundcloud Cozy Street Corner untuk mengenali musik dengan
nuansa etnik yang memikat.
2. Silampukau
Saya baru mendengar lagu-lagu Silampukau
sejak Mei tahun ini. Lagu yang membuat saya jatuh hati dengan mereka adalah
Puan Kelana. Liriknya membuat saya berimajinasi jadi si Puan yang pada satu
hari kelana jauh hingga ke negeri orang, lalu ada satu pria yang merindui saya
tiap senja tiba. Aheuuy.
Silampukau adalah grup musik folk dari
Surabaya. Ulasan menarik tentang Silampukau saya dapat dari blog Nuran Wibisono.
Mengenal Silampukau membuat kecintaan
saya pada folk semakin menjadi di tahun ini. Selain Puan Kelana ada Doa, Cinta
Itu, Sambat Omah, Balada Harian, Berbenah dan Malam Jatuh di Surabaya yang membuat
saya tergila-gila dengan Silampukau. Apalagi lagu Balada Harian, terasa pas
sekali untuk kondisi saya saat ini: seorang perempuan berusia seperempat abad
yang masih berstatus pengangguran (serta kisah asmara yang murung, #eaaak)
tik
tok jam, dering alarm, pagi tak terhindarkan.
tik tok jam, dering alarm, impian
pudar perlahan, diam-diam pagi tak terhindarkan
tik
tok jam kubayangkan, hari begitu panjang...(Balada Harian)
Atau Sambat Omah yang liriknya
menggerus hati para perantau:
waktu
memang jahanam, kota kelewat kejam, beban pekerjaan, menyita harapan. Hari-hari
berulang, diriku kian hilang, himpitan hutang, tagihan awal bulan, ooh demi
Tuhan atau demi setan, sumpah aku ingin rumah untuk pulang..
uang
bawa tualang sesat di jalan, menjauhi pulang.. (Sambat Omah).
Untuk mendengarkan lagu mereka bisa klik di sini
3. Stock Project Music
Grup musik folk dari Bandung ini adalah
teman saya di twitter (di mana mereka mungkin sering baca twit-twit galau saya
yang alay dan gareuleuh itu, hahaha). Mengusung tagline "Musik, Hidup dan
Kesederhanaan", lagu-lagu mereka memang sederhana, ringan tapi menyentuh. Coba dengarkan
lagu Kereta Senja. Atau Saksi. Recommended.
Lagu mereka yang juga sering saya
putar adalah Jangan Salahkan Hujan. Jangan Salahkan Hujan jika dinginnya
menyerang, bukan salahnya hujan jika akhirnya kau duduk terdiam. Jangan pernah
menyalahkah hujan, inilah saat yang tepat sejenak melepaskan beban pikiran. Lepaskan
lelah.. menikmati secangkir kopi..
Enak dinikmati selagi hujan turun. Dan
kau tak lagi merasa perlu mengeluhkan hujan. Nikmati saja..
Sila kenali mereka di sini
atau follow twitternya @stockprojectID
4. Sisir Tanah
Diperkenalkan
oleh teman saya, Zaki Zamani. Grup musik dari Yogyakarta dengan lirik lagu yang
sebagian sederhana dan menyentuh, namun sebagian lagi terkesan absurd dan sulit
dimengerti (ga dimengerti oleh otak saya aja kali ya, kalo yang lain pasti
ngerti, hehe..maklum otak saya ga mampu mencerna yang rumit-rumit, hahaha). Lirik
lagunya banyak bercerita tentang alam, kondisi sosial, kemanusiaan.
Selain lirik
yang sangat kontemplatif, vokal berkarakter kuat dari sang vokalis memberikan
power yang besar untuk lagu-lagunya. Seperti sedang mendengarkan Dialog Dini
Hari. Usai mendengarkan lagu mereka, yang tersisa adalah perasaan tersayat,
keinginan merenung lebih dalam, seperti pada lagu Bebal :
“jika
bumi adalah ibu, kita manusia memperkosa ibunya. Setiap hari, setiap jam,
setiap menit, setiap detik,
Menghayati lagu
itu seketika mencabik nurani. Terbayang betapa selama ini kita begitu zalim. Menzalimi
ibu sendiri...
Link soundcloud Sisir Tanah bisa klik di sini
5. SemakBelukar
Ketika sebuah
grup musik menyatakan bubar, ada perasaan kehilangan yang begitu besar. Tak
bisa melihat mereka perform. Tak bisa lagi mendengar ide cemerlang dalam karya
terbaru mereka. Namun meski demikian, karya mereka tetap menjadi warisan seni
yang tidak ternilai harganya. Yang akan tetap dikenang dan dicintai.
Ialah
SemakBelukar, yang memilih bubar justru ketika mereka sedang mencuri perhatian
penikmat musik indie di tanah air. Bubar di saat saya baru saja mengenal mereka
tahun 2013 silam. Cerita bubar SemakBelukar ditandai dengan penghancuran alat-alat musik yang mereka mainkan pada
pentas terakhir di Kineruku desember 2013 lalu, selengkapnya bisa dibaca di sini.
Grup musik
dari Palembang ini mengusung folk yang berbeda dari kebanyakan grup folk di
Indonesia. Mereka mengusung folk melayu! inilah yang layak disebut sebagai grup musik
Melayu, bukan Memelayuan yang ada di tipi tipi itu *ah sudahlah*. Kekuatan
lirik yang indah dan musik Melayu yang menawan adalah pesona yang akan
menjeratmu dalam takjub. Pesan moral yang disampaikan tanpa menggurui adalah
kesan yang saya dapat dari lagu-lagu mereka. Seperti misalnya pada lagu
Berlayar di Daratan : “umur bertambah usia berkurang, sedang angan berpanjang.
Keselamatan kita dambakan, sedang jalanNya ditinggal..duhai yang hidup sungguh
bahtera takkan berlayar di daratan”
Aih, simak liriknya, indah bukan?
Lagu Be(re)ncana,
Celaka, Berlayar di Daratan, Malasmarah, Mekar Mewangi adalah sejumlah lagu
favorit saya. Dan betapa bangganya saya memiliki EP Semakbelukar, warisan berharga yang
kelak akan dengan bangga saya tunjukkan pada anak saya, bahwa di zaman ibunya
muda ada sebuah grup musik Melayu yang sangat memukau. Okeh tapi proses itu
hanya terjadi jika saya sudah menikah tentunya. Maka, menikahlah dulu, Hana,
hahaha...
6. Danilla
JPR
Lagi,
soundcloud menjadi media perkenalan saya dengan teteh geulis Danilla JPR. Saya
lupa kapan saya mengenal Danilla. Tapi sejak saat itu saya menggilai lagunya,
seperti Terpaut Oleh Waktu, Buaian, Ada Di Sana, Rezte Avec Moi, Sangkakala Kalbu, dan banyak
lagi. Lagu Buaian, Wahai Kau dan Ada Di Sana sering menjadi lagu latar saat saya jatuh cinta, hihi.. Lirik-lirik lagunya "kodeable", maksudnya bisa dipake jadi kode untuk gebetan di status bbm atau fb, hahaha.. salah satunya yang ini : "wahai kau yang kerap tersenyum manis di benakku, berhentilah..agar ku sanggup tidur kali ini" (Wahai Kau)
Vokal yang khas, aransemen lagu yang memikat serta nuansa teduh nan romantis akan dengan mudah memikat hati, misalnya pada lagu Wahai Kau. Bersahaja namun manis sekali rasanya. Pada sejumlah lagu juga terdapat nuansa gloomy yang mengaduk sisi gelap isi kepala kita. Paket komplit yang menarik. Danilla JPR adalah salah satu solois wanita yang karyanya menjanjikan kalo menurut saya.
Link soundcloud Danilla JPR bisa klik di sini.
Vokal yang khas, aransemen lagu yang memikat serta nuansa teduh nan romantis akan dengan mudah memikat hati, misalnya pada lagu Wahai Kau. Bersahaja namun manis sekali rasanya. Pada sejumlah lagu juga terdapat nuansa gloomy yang mengaduk sisi gelap isi kepala kita. Paket komplit yang menarik. Danilla JPR adalah salah satu solois wanita yang karyanya menjanjikan kalo menurut saya.
Link soundcloud Danilla JPR bisa klik di sini.
Saya juga
punya album Telisik, yang saya beli online dari Kineruku berbarengan dengan CD
SemakBelukar dan CD Float. Foto ini saya jepret bulan Mei kemarin.
![]() |
Album telisik Danilla JPR |
Masih banyak sebetulnya musisi yang
ingin saya ulas, tapi waktu yang saya miliki tidak banyak saat ini.
Selain
musisi yang saya sebutkan di atas, sila simak musisi folk lainnya seperti Abah
Iwan (musisi folk dan balad legendaris), Nostress, ParaHyena, Alunan Semesta, Lafagreen, Aurette and The Polska
Seeking Carnival, Ruangbaca, Jalan Pulang, Kemedja Poetih (saya kurang tau ini
folk atau bukan, tapi band satu ini recommended terutama lagu Resah Menderu), Matajiwa,
dan lain sebagainya.
Terakhir, selamat menikmati kesederhanaan yang
menawan..
Assalamu 'alaikum ukhti Jamaah Indie Label!
BalasHapusAssalamu 'alaikum ukhti Jamaah Indie Label!
BalasHapusWaalaikumsalam, Bang Haji!
Hapusnostress keuren tuh kaak hee
BalasHapusMantap
BalasHapuskerennn
BalasHapusPerkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
BalasHapusJika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.
Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)
coba dengar juga lagu-lagu dari Theory of Discoustic
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNumpang ya min ^^
BalasHapusBonus New Member 50%!!! Bukan server IDN maupun PokerV! Cobalah bermain di server baru 1G Poker hanya di kenaripoker,com! Proses deposit dan withdraw tidak basa basi langsung tinggal proses dan main saja bosku, dicoba keberuntungan kamu sekarang juga hanya di kenaripoker,com!
WHATSAPP : +855966139323
BBM : KENARI00
LIVE CHAT : KENARIPOKER,COM